Player tanahgembur
Mind
Buku bekas yang saya beli menjelaskan tanah dengan gambar lapisan yang rapi sekali, berbeda dengan lubang di kebun saya yang warnanya bercampur. Saya membaca bagian itu dua kali karena ingin tahu apakah gambar itu hanya contoh atau memang saya kurang dalam menggali. Biasanya kalau petani bertanya, saya jawab dari yang pernah saya kerjakan, tetapi pertanyaan sendiri begini bisa tinggal berhari-hari. Besok saya mau membawa bukunya ke kantor dan bertanya kepada petugas yang paham. Ada kata yang belum saya mengerti, sudah saya tandai dengan sobekan bungkus bibit supaya tidak lupa halaman berapa.
Body
Tadi anak bungsu minta digendong sampai warung, padahal warungnya cuma di depan rumah. Saya angkat juga, ternyata kakinya sudah sepanjang itu, tumitnya menendang paha saya setiap dia tertawa. Bahu kiri cepat terasa pegal, jadi saya pindahkan dia ke kanan, lalu dia protes karena tidak bisa melihat ibunya. Dulu ketiga anak bisa saya gendong sambil membawa belanjaan, sekarang satu saja membuat napas agak ramai. Tapi waktu diturunkan malah tangan saya masih seperti menahan beratnya, kosong sebentar. Dia sudah lari mencari kerupuk, saya masih berdiri membenarkan pinggang celana yang ikut melorot.
Emotion
Istri menyisihkan satu rak kecil di warung untuk buku saya, katanya daripada tamu duduk melihat saya membaca terus. Saya senang sekali sampai langsung mengambil beberapa buku dari rumah, lalu agak tersinggung juga waktu dia bilang jangan yang bau apek. Memang ada yang bau, tetapi isinya bagus, masa harus disembunyikan. Akhirnya kami pilih bersama dan dia memasang kertas boleh baca di sini. Sore ada anak tetangga duduk lama dengan buku binatang, tidak beli apa-apa. Istri malah memberi air minum. Saya suka sekali melihatnya begitu, walaupun kalau saya bilang pasti dijawab, sudah, cuci gelasnya dulu.