Player perkutut
Emotion
yang nomor dua pulang narik bawa martabak buat serumah terus ditaruh dekat ibue seperti barang biasa. Aku seneng soalnya biasanya dia langsung masuk kamar atau mandi lalu pergi lagi. Kusuruh duduk dulu makan bareng, ceritanya cuma soal penumpang yg salah titik jemput tapi lucu sekali cara dia menirukan. Mau kuceritakan nanti di warung katanya jangan pak nanti orangnya dikenal. Lha aku belum bilang apa-apa sudah dilarang ... jadi kutahan dulu. Martabaknya tinggal pinggir waktu aku ambil kedua kali. Anak ini kalau lagi mau cerita sebenarnya rame juga, cuma menunggu dia duduk itu lama
Body
tadi ketiduran di lincak habis makan siang sampai ibue manggil dua kali ... bangun pipi sebelah ada bekas anyaman dan kaki kesemutan sebab kutaruh di atas bangku kecil. Mau langsung berdiri malah harus duduk lagi ditertawakan anak bungsu. Katanya bapak kalau kerja sawah kuat kok bangun tidur susah. Ya beda kerjanya sam! Sesudah cuci muka baru enak udara dari gang masuk kena kaus yg basah sedikit. Hari libur begini lapar tetap jamnya biasa padahal cangkul tidak kupegang. Baru bangun sudah lihat gorengan ibue yang paling besar, katanya itu buat pembeli bukan buat orang habis tidur
Mind
di grup RT ada pilihan hari buat kerja bakti minggu ini dan minggu depan. Kubaca tiga kali sebab yg menjawab cuma angka satu atau dua, aku takut salah setuju nanti dikira tidak mau datang. Menurutku kalau minggu ini saluran dibersihkan dulu enak sebelum hujan, tapi tetangga bilang belum semua orang bisa. Mau menulis panjang malah bingung kata-katanya, jadi kutanya Cak Man siapa yg mengurus alat. Ternyata dia juga belum tahu. Ini bikin pilihan di telepon sudah ramai dari pagi tetapi cangkul ditaruh mana belum ada yg tanya ... besok ketemu pak RT saja lebih jelas