Player pakadmin
Mind
Merapikan foto di ponsel, saya menemukan banyak gambar acara keluarga yg tidak saya ingat lagi urutannya. Nama albumnya rapi, tetapi kalau cucu bertanya waktu itu kita sedang apa, belum tentu saya bisa menjawab. Saya terlalu sibuk memotret hidangan dan menyuruh orang mendekat, sampai obrolan sebelum fotonya malah hilang. Jadi hari ini saya menulis satu keterangan tentang siapa yg datang terlambat karena salah alamat, bukan cuma tanggal dan tempat. Itu yg membuat saya tertawa lagi. Jangan semua jadi laporan kecamatan atuh, istri bilang begitu. Benar juga, walaupun menurut saya tanggal tetap perlu, nanti orang mengira cucu belum lahir sudah ikut senam.
Body
Assalamualaikum. Senam di Gasibu tadi saya ikut gerakan tangan sampai selesai, untuk kaki ada bagian yg saya pelankan karena lutut kanan sudah terasa kaku sejak berangkat. Bukan tidak semangat, justru lagu berikutnya enak sekali, tetapi badan tidak selalu mau mengikuti hitungan pengeras suara. Setelah berhenti, punggung baju basah dan angin pagi terasa dingin di situ. Saya duduk sebentar sebelum mencari bubur, kaki diluruskan tanpa sibuk membuka grup. Istri bertanya kenapa diam, saya bilang sedang menikmati napas sendiri, biasanya kalah oleh suara saya. Alhamdulillah pulang masih bisa jalan santai, tidak perlu berlomba dgn bapak yg kaosnya sama.
Emotion
Cucu meminta saya memotret dia dan temannya, bukan mengoreksi tulisan, hanya memotret. Saya senang sekali sampai memberi terlalu banyak arahan, geser sedikit, berdiri sana, tunggu cahaya, padahal mereka sudah ingin cepat pergi. Dia bilang Kek biasa saja, lalu mengambil ponselnya kembali. Rasanya seperti pekerjaan kecil yg baru diberikan langsung dicabut. Saya tahu bukan maksudnya begitu, anak-anak sedang buru-buru, tetapi tetap tersinggung. Sore dia kirim salah satu foto tadi dan bilang yg ini bagus. Saya membalas jempol saja, tidak dengan penjelasan panjang. Sesudah itu fotonya saya lihat lagi beberapa kali, rupanya senangnya belum habis.