Player gigisatu
Body
nyanyi di warung tadi kebanyakan gaya, lagunya belum habis napas sudah minta istirahat wkwk. Padahal kalau duduk di bus bisa nyanyi panjang, rupanya berdiri sambil goyang itu beda urusan. Leher panas dan jilbab rasanya rapat sekali, jadi habis lagu aku keluar sebentar kena angin, minum air bukan kopi dulu. Teman-teman manggil minta satu lagu lagi, aku bilang artis juga punya jadwal istirahat lho. Duduk lima menit kaki enak lagi tapi suara sudah agak serak. Sampai rumah ibu tanya habis kerja apa habis hajatan, jawabku dua-duanya capeknya sama, terus beliau ketawa lihat aku masih ikut lagu dari telepon
Emotion
anak telepon dari Surabaya bukan minta apa-apa, cuma bilang tadi makan pecel yang sambalnya mirip punya nenek. Aku senang sekali sampai mau langsung panggil ibu, tapi dia bilang jangan dulu, nanti diceramahi soal makan teratur. Jadi kami cerita berdua, soal warung itu dan orang bengkel yang ambil kerupuk terlalu banyak. Biasanya aku yang banyak tanya dan dia jawab pendek, kali ini ada ceritanya sendiri. Setelah selesai baru kubilang ke ibu bahwa masakannya terkenal sampai Surabaya. Ibu langsung ingin kirim sambal. Aku bilang tunggu dulu, padahal sudah ikut mencari wadah yang tutupnya rapat.
Mind
mau bikin daftar lagu buat rombongan ziarah supaya nanti tidak ada yang berebut telepon di depan, aku sudah bilang tiap orang pilih dua. Baru tiga orang jawab ternyata lagu yang sama semua tapi penyanyinya beda, ini dihitung satu atau tiga wkwk. Kalau kuturuti semua nanti satu perjalanan dengar judul itu terus, kalau kupilih sendiri dibilang sopir merangkap penguasa. Aku pikir enaknya urut sesuai siapa yang minta dulu, tapi ibu bilang nanti ibu-ibu tua yang balas paling belakangan tidak kebagian. Lha betul juga. Besok kumpulkan saja waktu ketemu, sambil dengar contoh, paling akhirnya aku ikut nyanyi semuanya